KEMATIAN MENGEJAR ANDA, bahkan Untuk KEMATIAN KEDUA

Bunyi serene Ambulance semakin dekat, banyak orang sudah menanti didepan rumah, tangisan anak istriku sepertinya tidak sabar ingin melihatku lalu mereka mengejar mobil ambulance yang membawaku. Banyak orang berebut untuk menurunkan aku dari ambulance lalu aku diletakkan di ruang tamu.

Anda Tidak Bisa Memilih Dilahirkan di Keluarga Mana ? Tetapi Anda Bisa Merencanakan Bagaimana Keluarga Anda disaat Kematian Menghampiri Anda. by JHS

Kenapa semakin banyak orang yang datang? Semua menangis histeris mengellingi tubuhku. Ya… Tuhan ternyata aku telah pergi, pergi untuk selama lamanya.

Saya melihat Istriku begitu terpukul, menangis dan memelukku, anak anakku menggerak gerakkan tubuhku.. Papa.. Bangun, Bangunlah.. jangan pergi Papa… teriak anak  pertamaku. Berbeda dengan anak ku yang paling kecil, seperti tidak tahu apa yang terjadi, dia hanya merasa gembira dengan kedatangan banyak orang, dia masih sibuk dengan boneka kecilnya.

Keesokan harinya  saudara saudara, teman, rekan, sahabat bahkan mereka yang dulu tidak menyukaiku datang untuk melihat dan terlihat raut sedih dimuka mereka. Oh Tuhan, apakah aku sudah benar benar pergi. Satu persatu sahabat mengucapkan ucapan bela sungkawa, oh… ternyata banyak hal baik yang sudah kulakukan, saling bergantian mereka mengucapkan pujian tentangku walau sebagian seperti dilebih lebihkan… ya sudahlah mereka tetap memandang saya dulunya orang yang baik.

Menjelang sore saya pun diantarkan ke Tempat peristirahatan terakhir. Dan tamatlah sudah. Aku telah tiada didunia ini.

Tidak lama setelah penguburanku orang sudah lupa namaku, ya, mereka sudah memanggilku almarhun, seseorang telah menggantikan posisiku di kantor, semua file, buku buku yang aku miliki dipindahkan, seolah tidak boleh ada bekas yang berhubungan denganku diruangan itu. Begitu cepatkah ? tanyaku. Ya sudahlah. Semakin hari  teman temanku yang dulu menangis saat melihat kepergianku sudah melupakan aku, mereka sudah tertawa dengan topic yang baru. Aku Telah Tiada.

Lalu aku melihat Istriku, sepertinya ia sangat terpukul. Kulihat ia membongkar semua buku buku dan  melhat semua tagihan yang belum kubayar lunas sewaktu hidupku. Oh Tuhan, maafkan aku yang terlalu boros sewaktu hidupku. Lalu aku melihat semakin hari ia semakin menangis, dia menangis karena banyak utang yang harus dilunasi. Saya sungguh kejam, begitu kejam ucapku.

Kini Istriku harus membanting tulang, bekerja 2 kali lebih keras dan lebih keras lagi karena anak pertama kami akan segera kuliah, biayanya akan semakin banyak. Lalu aku teringat atas ucapan yang sering kuucapkan Anakku rajin rajinlah belajar, kamu akan sekolah disekolah terbaik. Ternyata aku terlalu banyak berjanj, aku begitu pembohong.

Dengan sangat cepat istrikupun menjadi semakin tua dan kelihatan lelah, dia mulai enggan bicara ke orang lain.  Anak anakku sudah meranjak remaja dan semakin dewasa, mereka mengerti akan begitu berharganya waktu dan uang, mereka semua bekerja. Oh Tuhan… mengapa anak anakku harus bekerja, bukankah seharusnya mereka ada di Sekolah atau ditempat bermain seperti saat aku ada.

Sungguh saya terlau egois sewaktu masih sehat dan memiliki uang, saya begitu sombong untuk menolak semua agen asuransi. Ah sudahlah. Andaikata aku bisa kembali lagi ke dunia maka hal pertama yang kulakukan adalah membeli polish asuransi karena jika terjadi resiko, anak anakku masih tetap bisa sekolah disekolah terbaik, mobil kesayangan kami walau sederhana tidak akan terjual, anak istriku akan tetap bisa tinggal dirumah kami yang dulu kucicil dengan susah payah.

Penyesalan Selalu datang Terlambat, sepertinya setelah meninggal saya ingin meninggal lagi untuk kedua kalinya, Karena saya tidak sanggup melihat penderitaan anak dan istriku didunia.

Gambar Ilustrasi dari Buku Power Closing karangan DR Rizal Naidu. Maaf Ibu, Anda dan Suami Anda selalu Menolak saat saya tawarkan Asuransi Jiwa.

Kuburan Umum Simalingkar B milik Pemko Medan. Terlalu Banyak Janda yang menyesal karena Suaminya Tidak diAsuransikan, Penyesalah tiba setelah mengantar Jasat Suami ke tempat ini.

Ini adalah kisah nyata kehidupan Anda. Tapi belum terlambat, kisah ini masih bisa diperbaiki. Anda masih bisa mejadi seorang Ayah yang Hebat. Anda hanya perlu memberikan sedikit waktu untuk membicarakan hal ini kepada Agen Asuransi yang selalu Anda tolak.

Agen Asuransi Anda 

Jhonson SILALAHI  [Business Partner]

HP/WA/Tele/Line: 0811. 6363.41 

Email : Jhonson.Silalahi@AllianzLife.co.id JHS@SilalahiCorporation.com

Tertarik menjadi agen asuransi ? Silahkah Klik

https://allianzbusster.com/tentang-kami/bagaimana-menjadi-agen-allianz/

download (2)

 

 

Advertisements

About Jhonson Jeff Silalahi

Penulis adalah Pemerhati Asuransi, Telah mengikuti Pelatihan dan pernah menjadi Financial Consultant dibeberapa Asuransi. Saat ini aktif sebagai Financial Consultant pada Asuransi Allianz Life Indonesia di MEDAN - dibawah Naungan Group Agency Terbesar di Indonesia " BUSS" - Bangun Usaha Sukses Sejahtera
This entry was posted in Kisah KIsah Inspiratif and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s